Menurut Ekti, kontraktor yang menjalankan proyek ini terkesan lamban, dan terlihat sangat kurang maksimal. Hal ini dikarenakan proyek yang diperkirakan berjalan sejak Januari 2021 itu baru berjalan berkisar 20-30 persen. "Saya mengalami sendiri, jadi tahu bagaimana kondisinya," ungkap Ekti.
Ia memaparkan dari proyek yang sedang berjalan ini belum merata. Khusus segmen dari wilayah Gunung Bayan menuju Ibukota Kubar itu telah diaspal, sementara dari Gunung Bayan menuju wilayah Resak itu masih sebagian.
"Sedangkan dari Resak menuju ke Kukar itu belum ada progres pengerjaan, justru banyak numpuk pasir di pinggir jalan," terang Anggota DPRD Kaltim asal daerah pemilihan (Dapil) Kubar-Mahulu ini.
Dikabarkan Gubernur Kaltim Isran Noor akan berkunjung ke Kubar pada 10 Juni mendatang, hal itu membuat kontraktor akhirnya bergerak untuk merapikan pekerjaan.
Menurut Ekti, semestinya jangan mesti menunggu Gubernur ingin melintas baru dirapikan.
Paling tidak, siapapun yang melakukan pekerjaan harus bisa bekerja maksimal, karena jalan ini merupakan urat nadi dari warga di Kabupaten Kubar maupun Mahakam Ulu. Ia berharap, proyek yang telah berjalan ini dapat maksimal dalam pelaksanaannya, guna mendapatkan hasil jalanan yang terbaik sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
"Harapannya tentu ada progres yang cepat," tutur Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kubar ini. Ekti menilai kurangnya persiapan dan menjadi lambat. "Paling tidak ke depan bisa dijadikan segmen penilaian terkait jarak ataupun lokasi perusahaan dalam setiap lelang. Karena kalau lambat ini akan merugikan daerah juga," tukasnya. (adv/*1)
Editor : Bambang Irawan