Kehadiran perusahaan pertambangan memberikan dampak yang cukup besar karena tawaran keuntungan secara ekonomilah yang membuat petani merelakan lahan mereka untuk kemudian menjadi areal pertambangan.
“Tawaran harga jual lahan yang tinggi inilah sebabnya. Padahal, tanpa pengelolaan keuangan yang baik justru kerugianlah yang didapat. Kalau bertani keuntungannya terus menerus selama tanam tumbuh,” kata anggota DPRD Kaltim Salehuddin.
Hal ini disampaikan Salehuddin ketika rapat dengar pendapat Pansus LPKj Gubernur Kaltim Tahun Anggaran 2020 dengan OPD Kaltim Kamis (15/4/2021) lalu.
Ketersedian lahan yang terus berkurang merupakan ancaman serius bagi pertanian dan perkebunan di Kaltim di masa depan. Padahal, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada tambang dengan mengembangkan sektor terbaharukan termasuk pertanian dalam arti luas.
“Kalau memang benar-benar serius lahan pertanian harus dipertahankan. Caranya jelas dengan memperhatikan kesejahteraan petani, bagaimana kebutuhan bibit hingga pangsa pasar harus dicarikan,” sebut Salehuddin lagi.
Selain itu pihaknya meminta Dinas Perkebunan Kaltim agar memenuhi sarana dan prasarana pertanian dalam arti luas agar memberikan kemudahan dalam proses tanam tumbuh hingga pada saat panen. (adv*/2)
Editor: Aspian Nur