Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub mengatakan melihat kondisi yang ada sekarang Kaltim dinilai belum siap apabila menerima belasan atau puluhan ribu siswa baru karena fasilitas pendidikan yang tidak merata.
"Penerapan zonasi saja sudah membuktikan masih adanya banyak persoalan, di Samarinda tidak sedikit kecamatan yang kekurangan sekolah sehingga siswa terpaksa harus sekolah ke luar yang wilayahnya lebih jauh dari domisilinya. Apalagi kalau ditambah ribuan siswa baru pasti akan menjadi masalah baru," tuturnya.
"Untuk daerah perkotaan saja bangunan sekolah masih kurang, apalagi yang bukan kota. Oleh sebab itu pentingnya untuk memprioritaskan sektor pendidikan dalam rencana pembangunan baik provinsi maupun nasional," tambahnya. Tidak hanya bangunan sekolah, guru dan tenaga kependidikan hingga sarana dan prasarana lainnya juga masih menjadi kendala karena jumlahnya belum ideal.
Bahkan untuk kompetensi guru masih belum maksimal. Ia menambahkan, sebelum persoalan tersebut benar-benar terjadi di Kaltim maka pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus membuat program pemerataan pembangunan di sektor pendidikan dan menjadikannya prioritas dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah .(adv/*2)
Editor : Bambang Irawan