Tak bisa dipungkiri, dalam dua tahun tahun terakhir produksi padi di Kaltim terus mengalami penurunan. Kondisi ini membuat pemerintah provinsi harus menambah jumlah impor beras dari luar daerah.
Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir mengatakan dianugerasi daerah yang luas dan tanah yang subur seharusnya menjadikan Kaltim menjadi salah satu provinsi fokus pada sektor pertanian sehingga swasembada beras dapat mudah dicapai.
Kendati demikian, berbagai persoalan membuat pertanian di Kaltim terkesan maju mudur. Ia mencontohkan, seperti Kabupaten Kutai Timur banyak petani kesulitan memproduksi padi lebih banyak karena persoalan sarana dan prasarana.
“Pertanian di daerah-daerah mayoritas dikelola secara tradisional yang masih bergantung kepada curah hujan. Petani di Kutim ini meminta masalah irigasi yang dinilai masih kurang baik sehingga berpengaruh kepada kualitas dan kuntitas hasil panen,” kata Sutomo Jabir ketika menjelaskan hasil jaring aspirasi masyarakat di Jalan Pertamina KM 1 RT 06 Dusun Gunung Karet, Desa Sangatta Selatan, Sangatta, Selasa (23/2/2021) hari ini.
Selain itu, persoalan yang menyebabkan petani sulit untuk berkembang adalah proses panen masih dilakukan secara manual sehingga memakan waktu lebih lama dan menambah pengeluaran sebab memberi upah kepada orang yang membantu memanen.
“Kalau ada traktor kan bisa jauh lebih menghemat waktu, tenaga dan biaya. Fungsi traktor ini untuk membajak sawah dan dengan modifikasi bisa untuk memanen padi. Ada dua kelompok tani yang juga meminta pengerukan sungai sepanjang 2 Km baru setelah itu dibuatkan embung air,” paparnya
Tidak hanya itu, kelompok tani memerlukan semenisasi jalan usaha tani sepanjang satu kilometer untuk memudahkan mobilitas petani menuju sawah khususnya ketika mengangkut hasil panen. Sebab sejauh ini hasil panen diangkut menggunakan sepeda motor.
Menurutnya, persoalan ini harus mendapat keseriusan dari pemerintah khususnya Pemda setempat demi untuk keberangsungan hidup para petani, bahkan Kelompok Tani Sinar Jaya mengeluhkan minimnya pembeli hasil panen. “Kalau hasil panen harusnya pemerintah bisa membeli, dari pada bergantung kepada daerah lain,” tutupnya. (adv/*2)
Editor: Aspian Nur