Ia mencontohkan, seperti warga kelurahan Loa Tebu yang mengharapkan perhatian pemerintah untuk infrastruktur yang masih belum dijangkau oleh pemerintah agar dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjut sehingga diharapkan pemerataan pembangunan dapat dirasakan warga.
“Warga meminta peningkatan Jalan Poros Batu Dinding RT 19, rehab Kantor Kelurahan RT 05 Loa Tebu, pembuatan drainase Gang Masjid RT 06, peningkatan Gang Ramli RT 17, dan peningkatan Gang Cempaka RT 07,” jelas Ely.
Persoalan serupa dikeluhkan warga Desa Jembayan dan Desa Kembang Janggut yang mengharapkan agar pemerintah lebih memperhatikan dan menidaklanjuti masalah infrastruktur desa yang belum tersentuh baik jalan, parit ataupun drainase, dan rumah ibadah. “Perbaikan dan pembangunan jalan terutama jalan Gang Swarga RT 06 dan Jalan Gang Laham RT 04, Desa Kembang Janggud,” katanya.
Selain infrastruktur masyarakat juga mengeluhkan pemulihan ekonomi dampak masa pandemi covid-19 khususnya UMKM. Perlu adanya pelathan-pelatihan bagi kaum wanita dari instansi atau dinas terkait untuk meningkatkan keterampilan sehingga menghasilkan produk ekonomis yang dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
Petani dan nelayan serta peternak juga meminta dukungan perhatian terutama sarana prasarana penunjang seperti mesin kapal, pupuk dan bibit berkualitas baik padi maupun sapi dengan harapan kalau semua itu dapat dipenuhi dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Dibidang kesehatan tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan mahalnya biaya menggunakan ambulance dan minimnya sosialisasi terkait penyakit apa saja yang ditanggung oleh BPJS. Terkait beasiswa banyak orang tua minim informasi mekanisme pengurusan bantuan beasiswa,” jelasnya.
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat tersebut Wakil Ketua Komisi IV itu mengaku pihaknya cukup prihatin dan akan memperjuangkan agar masyarakat mendapatkan hak-hak mereka dengan cara menyempaikan kepada pemerintah guna mendapatkan tindaklanjut.(adv/*2)
Editor : Rusdi