”Karena belum tergarapnya potensi alam Kaltim tersebut secara maksimal akibatnya Kaltim sulit maju dan berkembang,” tegas Politisi PKS ini.
Menurutnya, potensi yang ada di masing-masing kabupaten/kota apabila dapat dimaksimalkan akan menjadi sumber pendapatan daerah yang menjanjikan di masa depan termasuk ketika sektor pertambangan sudah tidak lagi menjadi primadona.
Ia mencontohkan, potensi di daerah yang dimaksud ialah mulai dari sektor pariwisata hingga potensi di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan yang tergolong sumber daya alam yang selalu dapat diperbaharui.
”Kita tahu seperti potensi pengembangan tanaman jenis Kakau di daerah Berambai dan Teluk Pandan. Ada pula karet, durian dan anggrek jenis langka. Sementara di Kutim dengan kelapa sawitnya serta beberapa potensi daerah lainnya yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” jelasnya.
Dengan memaksimalkan potensi tersebut melalui berbagai program bantuan kepada para petani mulai dari subsidi bibit serta pupuk hingga pemberian klaster pertanian dan perkebunan, maka bukan tidak mungkin di tahun- tahun mendatang setelah sektor pertambangan habis Kaltim masih bisa sejahtera.
“Dewan sangat mendukung program tersebut dan siap untuk memperjuangkan di APBD Kaltim, Namun hal tersebut perlu mendapat dukungan dari APBD Kabupaten/Kota,” pungkasnya. (adv/*3)
Editor : Rusdi