“Sebenarnya aset daerah yang dimiliki Kaltim cukup banyak. Terutama aset-aset potensial yang ada di luar daerah. Misalkan mes penghubung serta pengelolaan anjungan TMII di Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, potensi aset untuk pendapatan harus dimaksimalkan oleh daerah sehingga menambah pundi-pundi.
“Kita harus jeli melihat peluang yang dapat menghasilkan pendapatan. Segala celah harus dimaksimalkan, termasuk mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki baik yang berada di Kaltim maupun yang berada di luar daerah bisa menjadi pemasukan bagi kas daerah. Bagaimanapun kondisi keuangan Kaltim saat ini sedang tidak stabil, jadi kita mesti berupaya memaksimalkan aset yang dimiliki,” katanya.
Politisi PKS ini juga menyoroti aset tidak bergerak berupa mobil dinas yang banyak mangkrak dan tidak dipakai. Seharusnya dapat dimanfaatkan kembali sebagai kendaraan operasional bagi lembaga yang membutuhkan.
Pemerintah juga perlu membuat payung hukum agar mobil-mobil tersebut bisa dihibahkan. Apalagi, menurutnya mobil dinas mangkrak di Kaltim jumlahnya mencapai puluhan unit.
“Sebenarnya mobil mangkrak yang masih layak pakai tersebut bisa dimanfaatkan ormas, lembaga pendidikan, panti asuhan, maupun majelis taklim,” ungkapnya. (adv/*3)