Menurutnya, terdapat BUMD yang tidak produktif seperti Perusda Silva Kaltim dan PT Agro Kaltim Utama Perkebunan.
Lanjutnya, Perusda Silva Kaltim ternyata tidak mempunyai sumber pendapatan selain mendapatkan deviden dari 2 perusahaan perkayuan di Kaltim, sedangkan Agro Kaltim tidak memiliki manajemen yang jelas.
"Secara manajemen tidak ada, tercerai berai, sekarang kita mau cari siapa direkturnya, siapa direksinya itu tidak jelas, strukturalnya secara organisasi," Kata Veridiana pada korankaltim.com, Rabu (8/7/2020).
Akibat hal tersebut, pihaknya mengusulkan dilakukan merjer. Namun, jika memang tidak memungkinkan, bisa ditutup saja.
Dia minta Pemerintah Provinsi Kaltim selaku pemilik Perusda agar dapat mengevaluasi semua kinerja manajemen.
"Karena salah satu tujuan dari Perusda itu untuk mendapatkan pendapatan daerah, dan hasilnya ternyata selama ini ada BUMD yang belum memberi kontribusi yang signifikan untuk daerah," tutupnya. (Adv/*1)
Editor: M. Huldi