Disinggung terkait program apa saja yang akan dilakukan Pansus Maloy, Jahidin menerangkan bahwa selaku ketua pansus akan mendengarkan dulu usulan atau masukan dari anggota dan tenaga ahli agar bisa mendapatkan bahan-bahan untuk program kerja ke depan.
“Saya masih harus mendengarkan dulu usulan dan saran dari para anggota pansus serta tenaga ahli karena masih ada kendala-kendala di lapangan yang perlu kita bahas bersama,” terang politisi PKB ini.
Jahidin mengatakan, dalam rapat internal itu, dibahas jadwal kerja pansus, rapat dengar pendapat dengan instansi-instansi terkait, studi banding ke daerah yang lebih dahulu memiliki Perda yang sedang dibahas pansus, juga melakukan kunjungan lapangan sebagai bahan pembanding antara data tertulis dengan kenyataan di lapangan.
“Masih banyaknya masalah-masalah yang berkaitan dengan pembahasan pansus yang memerlukan waktu untuk dibahas lebih lanjut. Salah satunya adalah masih ada sebagian warga yang belum menerima ganti rugi atas tanam tumbuh di lahan yang dibebaskan. Serta proses ganti rugi lahan di lokasi bahan baku air bersih yang belum tuntas,” katanya.
Lebih lanjut, Jahidin yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kaltim menegaskan bahwa pansus ini memang dimaksudkan agar Maloy benar-benar mampu berfungsi dan beroperasi sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Hingga saat ini belum ada investor yang berminat untuk beroperasi di Maloy. Selain itu, sejumlah infrastruktur sarana dan prasarana masih belum maksimal sehingga masih banyak perlu pembangunan dan pembenahan,” tegasnya. (adv/*3)
Editor: M. Huldi