Kondisi itu dikarenakan masyarakat khawatir terhadap kesehatan mereka yang takut untuk keluar rumah dan berkumpul di keramaian sebagaimana yang telah dihimbau banyak pihak guna meminimalisir penyebaran virus corona.
Menurutnya, kalau terus dibiarkan maka ada banyak pasien yang tidak dapat melakukan transfusi darah padahal sangat memerlukan. “Setetes darah kita sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” kata Eddy.
“Semakin berkurangnya stok, sedangkan permintaan darah tidak mengalami penurunan maka cepat atau lambat ya bisa habis. Kalau sudah begitu kasihan pasien yang benar-benar membutuhkan, ini menyangkut nyawa juga,” tambahnya.
Eddy menghimbau agar masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya termasuk mereka yang rutin donor agar segera menyambangi PMI terdekat, hanya saja tetap memperhatikan kebersihan.
PMI sebut dia, juga wajib menerapkan standar protokol kesehatan seperti menyediakan hand sanitaizer, menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter yang semua itu bertujuan agar masyarakat yang ingin menyumbangkan darahnya merasa aman dan nyaman tanpa khawatir akan tertular suatu penyakit.(adv/*2)
Editor: Aspian Nur