"Dari kasat mata saja bisa dilihat banyak cat yang terkelupas dan ada guratan retak. Belum lagi di bagian dalam bangunan fasilitas yang tidak dimanfaatkan dalam waktu lama justru hanya menciptakan kerusakan," tegasnya.
Terlebih dengan tidak beroperasinya selama 10 tahun banyak fasilitas hotel yang hilang karena dicuri. Terbukti puluhan AC termasuk sejumlah kelengkapan hotel yang dihilang sehingga menambah kesan tak terurus.
“Kalau diperbaiki tidak sedikit biaya, saya sarankan dilakukan pengelolaan oleh swasta yang penting selamatkan dulu aset Kaltim itu dari kehancuran disebabkan tidak terawat. Lakukan dengan pola yang saling menguntungkan baik pemerintah maupun swasta,"imbuhnya.
Menurut dia, sudah ada investor yang berminat mengelola hotel atlet tersebut. Meski ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi." Kami berharap pemerintah agar mempermudah perizinan," ujarnya.
Dengan diserahkannya pengelolaan kepada swasta, bisa bersifat berorientasi profit yang akan menambah sumber pendapatan daerah. Hal itu dikarenakan hotel akan terbuka untuk disewakan untuk umum. (adv/*2)
Editor: M. Huldi