Oleh sebab itu diperlukan adanya perbaikan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam. Dengan total panjang 920 Km, tentu memerlukan anggaran yang tidak sedikit sehingga perlu dukungan seluruh pihak.
"DAS melewati beberapa kabupaten/kota yaitu Samarinda, Kutai Kartanegara, Mahulu, dan Kutai Barat. Kalau hanya menggunakan anggaran daerah saja tentu sulit karena itu gubernur perlu mengadakan rapat koordinasi untuk mempertemukan semua kepala daerah agar memiliki satu program terarah,"kata Andi di sela-sela rapat Perhidmatan Rakyat Kalimatan Timur (PRKT) dengan DPRD Kaltim, Senin (27/1/2020).
Kendati DAS Mahakam termasuk sungai yang menjadi prioritas program rehabilitasi dan perbaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), akan tetapi hingga saat ini belum juga dilaksanakan.
“Masih belum tahu apakah rehabilitasi menyeluruh atau spot-spot saja karena itu penting adanya satu kesepahaman perbaikan DAS Mahakam benar-benar bisa maksimal dilakukan,"tuturnya.
Rehabilitasi DAS Mahakam tidak hanya dalam rangka pengendalian banjir saja. melainkan untuk memperbaiki ekosistem.
Pasalnya, berdasarkan penelitian dari salah satu perguruan tinggi negeri di Samarinda mengungkapkan tentang adanya temuan unsur logam berat di perairan Delta Mahakam. (adv/*2)
Editor: M. Huldi