"Mencontoh terobosan program-programnya untuk bisa diadopsi di Kaltim bukanlah hal tak mungkin terlebih ditengah akan dibatasinya produksi batu bara untuk kebutuhan luar negeri yang akan berdampak pada APBD," katanya.
Seperti diketahui, BUMD DKI Jakarta yang bergerak di sektor pangan mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah Tahun 2018 sebesar Rp 448 miliar, melalui hasil penjualan seperti daging sapi beku, daging sapi dan ayam segar serta lainnya.
Adapun distribusi bahan baku didatangkan dari luar Jakarta melalui kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah. Salah satunya memaksimalkan penggunaan kapal ternak untuk mengangkut ternak dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Oleh sebab itu, Kaltim bisa memulai dari bisnis pupuk dan rumah pemotongan hewan. Pasalnya, kebutuhan lokal akan daging segar cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya sehingga menjadi peluang besar dalam meningkatkan pendapatan daerah.
"Ini penting dan sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah provinsi karena persoalan pertanian seperti terus berkurangnya lahan pertanian dan kendala sarana prasarana penunjang pertanian masih terjadi sehingga melalui sejumlah program trobosan diharapkan mampu menjadi solusi," jelasnya. (adv/*2)