Seperti yang terjadi di jalan trans Kaltim - Kalteng yang membuat warga Kecamatan Bentian Besar, Kutai Barat merasakan benar bagaimana dampak dari kurangnya perhatian pemerintah.
"Kondisinya parah masih tanah dan kalau hujan amat sangat sulit bisa dilewati warga harus berjuang keras tiap hari karena merupakan akses utama sekaligus terdekat menuju provinsi tetangga tersebut, dan lebih mirisnya tiap hari semakin parah karena tak satupun ada tanda-tanda perbaikan," sebut Ali Hamdi.
Sesuai dengan program Pemerintahan Provinsi Kaltim yang tak lagi terfokus kepada mega proyek tahun jamak akan tetapi kepada terbukanya isolasi daerah melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan antar daerah sehingga terciptanya peningkatan perekonomia masyarakat, maka perbaikan jalan trans Kaltim sudah saatnya diperhatikan.
"Dari dulu banyak daerah yang mengeluh terutama mereka yang tinggal di perbatasan dan pedalaman karena kurangnya perhatian. Tak heran banyak diantara menuntut untuk menjadi daerah otonomi baru. Melalui akses yang tersambung kesemua daerah maka selain mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur saja melainkan juga SDM," kata Ali Hamdi lagi.
Politisi PKS ini menyebutkan pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait agar bersama-sama memperjuangkan ke pemerintah pusat agar jalan trans Kalimantan masuk dalam program perbaikan di 2019.(adv*2)