Sebagai daerah yang kaya dengan berbagai macam sejarah seharusnya Kaltim mampu menjaga dan melestarikan museum dengan tidak hanya menjadi sebuah tempat tujuan wisata saja melainkan mampu menampilkan berbagaimacam kekayaan daerah.
“Kaltim tidak hanya memiliki museum yang bernilai sejarah kerajaan saja melainkan juga banyak hal seperti museum kayu tenggarong dan lainnya. Sejarah adalah salah satu harta yang tidak ternilai sehingga perlu dirawat dan dilestarikan dengan baik dari generasi ke generasi,” harapnya.
Politisi PDIP itu menyebutkan dengan mengandalkan pemasukan dari kunjungan saja pihak museum tidak akan mempu menampilkan sebuah tempat mempelajari sejarah yang representatif. Diperlukan sentuhan pemerintah baik kabupaten/kota dan provinsi.
Menurut dia, dengan memberikan perhatian kepada museum akan semakin meningkatkan minat setiap orang untuk berkunjung sehingga generasi penerus khususnya akan mampu terjaga dari arus moderenisasi yang kuat.
“Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah daerah dan provinsi dalam membangun sebuah tempat yang mampu mebuat setiap orang yang mengunjunginya untuk belajar tentang sejarah daerah tetapi juga sekaligus mampu mengembangkan dan berkontribusi terhadap kelestarian sejarah,” tegasnya.
Lebih kepada bagaimana masyarakat yang berkunjung baik dari lokal maupun luar daerah bahkan luar negeri tidak hanya melihat melainkan ikut mencintai dan berkontribusi dengan menampilkan kesenian baik musik hingga bagimana membuat seni kerajinan dengan melibatkan pengunjung.(adv/*2)