“Setiap momen besar harga selalu naik, kasihan warga kalau seperti ini. Dalam situasi seperti ini pemerintah jangan latah, maksudnya latah karena, tiap tahun terulang terus kejadian yang sama."kata Mursidi. Jumat (21/12) kemarin.
Harusnya Disprindakop Kaltim bersama kabupaten/kota bisa mencegah sejak dini sebelum terjadi kenaikan harga sembako. "Sebelum terjadi kenaikan, harusnya sudah ada operasi pasar dari pemerintah. Ini sudah naik harga sembako, baru operasi pasar." singgung Mursidi.
Meski demikian, politisi Golkar ini mengaku tetap akan melakukan sidak operasi pasar. Mursidi mengaku secepatnya akan melakukan operasi pasar, namun kapan aka nada koordinasi terlebih dahulu dengan Ketua Komisi II Edy Kurniawan.
"Pokonya segera kami lakukan operasi pasar, tak hanya soal harga yang naik juga terkait sembako kadaluarsa. Tujuannya tidak hanya untuk menekan harga tapi kita juga melakukan pengawasan," tegas Mursidi.
Selain mengawasi harga sembako, pihaknya akan mengawasi penggunaan timbangan pedagang agar konsumen tidak dirugikan saat membeli sembako. Tim pengawas dari Disperindagkop diharapkan sangat serius mengawasi harga sembako jelang Nataru ini.
“Masyarakat jangan sampai dirugikan oleh spekulan yang tidak bertanggung jawab. Instansi terkait mulai sekarang bisa segera membentuk tim penanggulangan harga terkait harga sembako jelang Natal dan Tahun Baru sebentar lagi,” pungkas Mursidi. (adv/*1)