“Bentuk kerjasama bisa dikelola perusahaan daerah, tinggal bagaimana pemerintah mendorong dengan membuat perencanaan yang matang,”katanya.
Pasalnya, pangsa pasar air minum dalam kemasan di Kaltim terbilang cukup tinggi. Selain itu, melalui pengolahan yang memenuhi standar layak dari berbagai segi termasuk kesehatan diharapkan akan mampu bersaing dengan produk lain di Indonesia.
Ia mencontohkan, seperti di daerah Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, terdapat Sungai Kalung yang berdasarkan hasil penelitian kualitas airnya layak dijadikan bahan baku air mineral kemasan.
“Masyarakat membangun semacam penampungan alami, kemudian disalurkan ke rumah-rumah untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Setelah dinyatakan layak maka ini bisa menjadi potensi daerah kalau dimaksimalkan dengan serius,” ujarnya.
Selain itu, beberapa air terjun dan sumber mata air di gua yang terdapat di Kutim dan daerah lain juga memiliki potensi yang sama. “Kualitas air ditentukan dari kondisi lingkungan disekitarnya, sehingga dengan adanya perhatian dari pemerintah akan membantu kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Politikus PDIP ini menyebut, kemungkinan masih banyak mata air bersih di sejumlah daerah hanya saja belum terdeteksi dan tereksploitasi. Sebab itu penting dilakukan penelitian dengan melibatkan berbagai unsur termasuk tenaga profesional dibidangnya.
Dia menambahkan, melalui pembangunan pabrik air minum kemasan yang dikelola pemerintah akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat terutama di daerah pedesaan dan pedalaman. (adv/*2)