"Untuk gedung seni memang hampir di setiap daerah ada, tapi sayangnya masih terbilang monoton sehingga terkesan kurang terekspos keluar. Mereka yang datangpun bisa dikatakan masih sedikit, oleh karena itu dibutuhkan peran serta dari pemerintah daerah dalam menghidupkan dunia seniman di Kaltim khususnya untuk lukis, kriya dan rupa," katanya.
Politikus Golkar ini menuturkan, perlu ada beberapa program dari pemerintah melalui dinas terkait yang mendukung seniman untuk lebih dimaksimalkan. Pemerintah juga diharapkan mampu menciptakan banyak ruang lagi seperti mengikutsertakan para seniman lukis, kriya dan rupa pada event baik lokal maupun luar daerah bahkan luar negeri.
"Bukankah banyak event di daerah seperti Erau dan sejenisnya, selain yang diselenggarakan pemerintah seharusnya juga bisa dilibatkan pada non pemerintah seperti di mall dan di areal publik lain yang mengundang perhatian warga," sebutnya.
Terkait dengan anggaran selain melalui program rutin yang diadakan oleh dinas terkait juga bisa melibatkan perusahaan-perusahaan yang ada di Kaltim khususnya di sejumlah kabupaten/kota untuk terlibat dalam melestarikan dan menghidupkan seniman di daerah.
Dia juga meminta kepada sekolah-sekolah mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam pendidikan seniman melalui ekstrakulikuler sehingga bisa terjadi regenerasi yang baik.
"Jika memang rutin di tiap sekolah memiliki ekstrakulikuler untuk seni lukis, seni kriya dan seni rupa maka juga bisa diadakan pertandingan rutin antar sekolah yang membuat peserta lebih menggali lagi potensi seni didiri mereka masing-masing," pungkasnya. (adv/*4)