“Mereka berharap melalui adanya listrik maka dapat meningkatkan hajat hidup orang banyak dan mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat serta yang tidak kalah pentingnya juga dunia pendidikan,” katanya.
Selain itu warga juga meminta perbaikan dibeberapa jalan khususnya penghubung Bengalon, Kaliorang, Kaubun, menuju Sangkulirang yang dibeberapa titik ada yang rusak dan berlubang. Kondisi ini sangat membahayakan para pengguna jalan karena merupakan akses jalan utama.
“Intensitas kendaraan bisa dibilang cukup banyak terlebih tidak sedikit mobil angkut atau taksi yang banyak membawa penumpang dengan tujuan antar daerah. Sebab ditambah musim penghujan seperti sekarang akan membuat kondisi badan jalan semakin buruk,” jelasnya.
Sementara itu, warga Muara Wahau sebut Syafruddin meminta perhatian pemerintah terkait fasilitas olahraga khususnya bagi para pemuda. Seperti pakaian tim sepak bola, dan bola voli dan lainnya. Termasuk yang tidak kalah pentingnya dana pembinaan.
Menanggapi persoalan tersebut, Politikus PKB itu menjelaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur secara bertahap akan memenuhi kebutuhan listrik di seluruh desa, termasuk Kecamatan Kaubun. Hal itu dibuktikan dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Kutim dengan PT PLN Kaltim dan Kaltara. Sedangkan terkait masalah infrastruktur jalan dan fasilitas olahraga pihaknya akan memperjuangkan dan mengkoordinasikannya kepada instansi pemerintah yang terkait.
“Sebagai wakil masyarakat Kutim tentu saya sangat mendukung langkah tersebut, karena dengan adanya listrik dan tersedianya air bersih maka pembangunan dalam arti luas akan lebih maju dan berkembang diseluruh desa,” harapnya. (adv/*2)