Menjawab keluhan itu, Edy menjelaskan pihaknya memaklumi karena banjir masih terjadi dibeberapa wilayah di Samarinda. “Saya berharap agar pengendalian banjir dapat menjadi program prioritas Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim di Tahun 2019. Ini penting sehingga masyarakat bisa merasakan bebas dari persoalan menahun tersebut,” kata Edy.
Guna mengatasi persoalan tersebut, pemerintah hendaknya fokus kepada perbaikan drainase di seluruh wilayah. Memperbanyak kawasan hijau sebagai daerah resapan air juga semestinya dilakukan.
Evaluasi seluruh waduk dan pengerukan sungai secara berkala agar menghindari pendangkalan seharusnya menjadi program yang rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya penganggulangan banjir. “Segera saya sampaikan kepada Pemprov Kaltim agar segera mendapatkan tindaklanjut,” tegas Edy.
Selain itu, warga meminta pemerintah daerah untuk melakukan pelebaran dan perbaikan jalan yang menghubungkan RT 03 dan 04 karena sering menjadi titik macet khususnya diwaktu-waktu tertentu tertentu seperti pagi dan sore hari.
“Perbaikan rumah ibadah serperti langgar seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat saya meminta kepada pengurus untuk membuat proposal permohonan bantuan rehab dan nantinya akan saya batu perjuangkan mengingat ini merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan wadah pembinaan mental dan spiritual guna membentengi dari berbagai hal negatif,” sebutnya. (adv/*2)