"Semangat yang terkandung dalam setiap bait kata sumpah pemuda itu membakar semangat jiwa dan raga yang seharusnya tidak hanya di waktu itu saja tetapi juga saat ini bahkan seterusnya. Ini penting dalam rangka mengisi kemerdekaan bangsa khususnya pembangunan di daerah," kata Safuad.
Sejarah mencatat bahwa di era reformasi dan demokrasi seperti sekarang, pemuda terbukti mampu mengisi kemerdekaan melalui keberadaanya hampir disemua lini, mulai dari pemerintahan hingga swasta. Kendati demikian, tidak menghilangkan fungsi dan peran kontrol pemuda terhadap pembangunan.
Dia menambahkan, pihaknya menyayangkan kejadian tindak asusila yang dilakukan sepasang remaja yang rekamannya beredar luas ditengah-tengah masyarakat baru-baru ini. Peristiwa ini menjadi buah bibir di semua kalangan baik di Kaltim bahkan nasional.
"Momen sumpah pemuda dicederai sebuah peristiwa yang tidak layak dilakukan oleh kalangan remaja. Ini merupakan contoh, bahwa pergaulan bebas masih terjadi dan masih menjadi ancaman besar bagi moral para generasi penerus," ujarnya.
Hal ini seharusnya menjadi evaluasi bersama baik pihak sekolah, orangtua, dan lingkungan masing-masing untuk sama-sama peduli dengan prilaku anaknya. Serta hal yang tidak kalah pentingnya adalah sudah saatnya durasi waktu mata pelajaran keagamaan ditambah guna mempertebal keimanan dan ketakwaan para siswa sehingga mampu meminimalisir kejadian serupa kembali terjadi.
Politikus PDIP ini menyebutkan sebagai pemuda, sudah seharusnya mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif dan menjalankan ideologi negara dengan baik. Pasalnya, merekalah nantinya yang akan menjadi pemimpin dimasa mendatang.
"Sebuah bangsa ditentukan oleh bagaimana generasi mudanya, kalau selalu mengerjakan sesuatu yang negatif maka tunggu kehancurannya. Sebaliknya, apabila dididik dengan profesional dengan dibekali nilai-nilai mental dan spiritual maka akan mendatangkan kesejahteraan bagi bangsa ini," jelasnya.(adv/*2)