Dia menambahkan, dirinya secara pribadi turut mendukung penguatan pendidikan karakter yang telah ada pada kurikulum pendidikan 2013 untuk kemudian memperkuat dengan modifikasi kegiatan siswa, baik itu intrakulikuler, kokurikuler dan ekstrakulikuler. Sehingga kegiatan dalam dan luar sekolah, diatur kembali menyesuaikan upaya penguatan karakter menumbuhkan anak didik yang positif.
“Namun kesuksesan upaya ini tidak hanya berawal dan berasal dari sekolah saja, dibutuhkan unsur lain yaitu keluarga dan masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Peran guru kata dia juga sangat penting sebagai sosok yang dapat mencerahkan, membuka daya fikir yang baik guna memupuk nilai-nilai kasih sayang, teladan dan moralitas. Sehingga tak hanya sebagai pengajar, seorang guru harus mampu mendekatkan diri dengan anak didiknya dan mengetahui perkembangannya sehingga mencapai sesuai target pembelajarannya.
“Tugas guru memang tidak mudah, perannya dituntut sebagai pendidik profesional yang tidak hanya mampu mencerdaskan anak didik, namun juga membentuk karakter positif mereka agar menjadi generasi emas Indonesia. Mewujudkan semua harapan itu, hak dan kewajiban guru sudah semestinya diberikan sebaik-baiknya pula,” harap Politikus PDI-P ini. (adv/*4)