Upacara tahun ini mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Selain unsur pemerintah daerah dan DPRD, kegiatan tersebut diikuti jajaran Forkopimda, TNI-Polri, ASN, pelajar, organisasi masyarakat, serta masyarakat.
Menurut Achmad Djufrie, peringatan kemerdekaan tidak semata menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali tanggung jawab bersama dalam mengisi kemerdekaan.
“Memperingati kemerdekaan berarti mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus meneruskan tanggung jawab kita melalui kerja nyata. Kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Achmad Djufrie.
Ia mengatakan, semangat persatuan menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan pembangunan, terlebih bagi Kalimantan Utara yang memiliki karakteristik wilayah perbatasan dan masyarakat yang beragam.
Usai upacara, rangkaian peringatan kemerdekaan dilanjutkan dengan ziarah kehormatan ke Taman Makam Bahagia (TMB) Telabang Bangsa Tanjung Selor.
Jajaran DPRD Kaltara juga mengikuti peringatan detik-detik Proklamasi dari Istana Negara secara virtual di Kantor Gubernur Kaltara.
“Semangat para pahlawan harus kita terjemahkan dalam bentuk kerja dan pengabdian. Persatuan harus tetap dijaga agar pembangunan Kaltara berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tutupnya. (adv)