Alimuddin mengatakan, forum tersebut menjadi ruang penting untuk menyerap berbagai pandangan dalam menyusun arah kebijakan ekonomi Kalimantan Utara. Menurutnya, rekomendasi yang lahir dari forum semacam itu perlu ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan yang nyata.
"Forum ini bukan sekadar tempat berdiskusi, tetapi juga menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis. Harapan kami, hasil yang diperoleh benar-benar menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di Kalimantan Utara," kata Alimuddin, pekan ini.
Ia menilai, potensi ekonomi Kaltara tidak boleh hanya bertumpu pada sektor pertambangan. Daerah juga perlu memperkuat sektor-sektor lain agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan berkelanjutan.
"Pertumbuhan ekonomi harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan harus tetap memperhatikan keseimbangan antara investasi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan," ujarnya.
Benuanta Economic Forum Semester I Tahun 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Forkopimda, bupati dan wali kota se-Kalimantan Utara, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. (Adv)
Editor: Aspian Nur