Menurutnya, Musda memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut menjadi ruang bagi organisasi untuk mengevaluasi capaian program sekaligus menyusun kebijakan yang relevan dengan tantangan pembangunan di Kaltara.
“Musda ini menjadi kesempatan bagi GAPENSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang telah dijalankan, sekaligus menyusun arah organisasi agar semakin berkontribusi dalam pembangunan daerah,” kata Nasir.
Ia mengatakan, sektor jasa konstruksi memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu penopang pembangunan infrastruktur. Oleh sebab itu, hubungan antara pemerintah dan pelaku usaha konstruksi perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguatkan.
Nasir berharap hasil Musda mampu melahirkan kepengurusan yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga memiliki visi dalam meningkatkan kapasitas pelaku konstruksi lokal agar mampu berpartisipasi lebih besar dalam pembangunan di Kaltar.
“Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih merata dan pada akhirnya memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Musda III GAPENSI Kaltara dibuka oleh Wakil Gubernur Kaltara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum GAPENSI Andi Rukman N. Karumpa, Bupati Bulungan Syarwani, jajaran KADIN Kaltara, serta perwakilan pelaku jasa konstruksi dari kabupaten dan kota se-Kaltara. (adv)