Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya menerima pengaduan dari seorang warga yang mengaku sempat mengalami kendala saat hendak mendapatkan pelayanan di IGD rumah sakit pemerintah. Pengalaman tersebut membuat pasien mengaku enggan kembali berobat ke IGD.
“Sepanjang pemahaman saya, tidak seharusnya ada pasien yang merasa ditolak di fasilitas pelayanan kesehatan. Baik rumah sakit maupun puskesmas, keselamatan pasien harus menjadi prioritas,” kata Dino, pada pekan ini.
Ia mengatakan persoalan tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak rumah sakit. Setelah dilakukan koordinasi, pasien diminta kembali datang ke IGD karena telah dapat memperoleh penanganan medis.
Meski demikian, Dino menilai pengalaman yang dialami pasien tidak bisa dianggap sepele, karena dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
“Pasien ini mengaku sudah trauma. Dia khawatir mengalami hal yang sama sehingga memilih tidak kembali ke IGD. Hal seperti ini tentu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Menurut Dino, pelayanan kesehatan yang cepat, jelas, dan memberikan kepastian merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Ia meminta setiap laporan yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi agar kualitas pelayanan terus meningkat. (Adv)