Menurutnya, penyelenggaraan MTQ memiliki makna penting dalam memperkuat syiar Islam, mempererat persaudaraan, sekaligus menjaga nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kaltara.
“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan MTQ X Kaltara di Malinau. Kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah, serta memperkukuh nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk,” kata Agus Salim.
Ia menilai pembinaan keagamaan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program yang telah berjalan. Mulai dari pembinaan LPTQ, dukungan terhadap rumah tahfiz, TPA dan TPQ, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan.
“MTQ harus menjadi bagian dari upaya pembinaan yang berkesinambungan. Kehadiran LPTQ, rumah tahfiz, TPA maupun TPQ memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta melahirkan generasi yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Agus juga menilai sinergi berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan dan Kementerian Agama, perlu terus diperkuat agar pengembangan kehidupan keagamaan di daerah dapat berjalan secara optimal.
“Harapannya, semangat yang terbangun melalui MTQ ini tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata, tetapi terus berlanjut dalam bentuk pembinaan yang nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin