Menurut Supa’ad, ruang dialog seperti ini penting untuk menjembatani kebutuhan informasi mahasiswa, khususnya terkait akses pendidikan dan kesiapan memasuki dunia kerja.
“Banyak hal yang menjadi perhatian mahasiswa saat ini, mulai dari akses dan pengelolaan program beasiswa hingga peluang kerja setelah mereka menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Karena itu, kami menghadirkan instansi terkait agar informasi yang diterima mahasiswa lebih detail,” ujar Supa’ad.
Ia menjelaskan, pembahasan dalam diskusi tersebut mencakup program Beasiswa Kaltara Unggul, mekanisme pengelolaannya, serta berbagai peluang kerja yang tersedia bagi lulusan perguruan tinggi di Kaltara.
Supa’ad menilai mahasiswa perlu memperoleh pemahaman yang jelas mengenai program-program pemerintah agar dapat memanfaatkannya secara maksimal. Selain itu, informasi mengenai dunia kerja juga penting diberikan sejak dini sebagai bekal menghadapi persaingan setelah lulus.
“Mahasiswa tidak hanya membutuhkan dukungan selama menempuh pendidikan, tetapi juga perlu mendapatkan gambaran mengenai peluang dan tantangan yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan studi,” katanya.
Politisi Partai NasDem tersebut berharap kegiatan dialog dalam rangka reses tidak hanya menjadi sarana menyampaikan aspirasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta melalui pertukaran informasi dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat membuka wawasan mahasiswa dan menjadi jembatan dalam menghadirkan solusi bagi masa depan generasi muda Kalimantan Utara,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin