Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, yang turut menghadiri kegiatan tersebut menilai terpilihnya Ingkong Ala menjadi momentum penting bagi DAD untuk terus memperkuat kontribusinya di tengah masyarakat.
Menurutnya, organisasi adat memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Dayak, tetapi juga sebagai wadah yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat dalam membangun keharmonisan daerah.
“Harapan saya, pemimpin DAD ke depan adalah sosok yang bisa lebih meningkatkan kekompakan masyarakat adat. Khususnya masyarakat Dayak, dan pada umumnya seluruh masyarakat Kalimantan Utara agar bisa bersama-sama dan terus berkolaborasi dengan masyarakat kita yang ada di Kalimantan Utara,” ujar Achmad Djufrie.
Ia menilai, posisi Ingkong Ala sebagai Wakil Gubernur Kaltara sekaligus Ketua DAD dapat menjadi modal penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara lembaga adat dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai diperlukan agar pelestarian adat dan budaya dapat berjalan seiring dengan agenda pembangunan daerah.
Menurut Achmad, keberadaan DAD selama ini memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku dan budaya yang ada di Kalimantan Utara.
“Karena itu, kepengurusan baru DAD harus mampu melanjutkan peran tersebut, sekaligus menghadirkan program-program yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat adat,” bebernya.
Selain menjadi penjaga adat dan budaya, DAD juga diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menyikapi berbagai persoalan sosial maupun pembangunan di daerah.
Achmad menambahkan, semangat kebersamaan yang terlihat selama pelaksanaan Mubes menjadi modal berharga bagi kepengurusan baru untuk menjalankan organisasi ke depan. (Adv)
Editor: Erwin