Rombongan Komisi IV DPRD Kaltara dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, Syamsuddin Arfah, didampingi Sekretaris Komisi IV Ruman Tumbo serta anggota lainnya yakni Supaad Hadianto, Muhammad Hatta, Dino Andrian dan Siti Laela
Dalam sambutannya, Syamsuddin Arfah menegaskan bahwa sektor hospitality tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah, DPRD, organisasi profesi, dan pelaku usaha.
“Penguatan sektor perhotelan dan pariwisata harus dilakukan secara terintegrasi. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar sektor ini benar-benar memberi dampak ekonomi yang nyata,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama daya saing industri perhotelan di Kalimantan Utara.
“SDM yang profesional dan tersertifikasi akan menjadi penentu utama kualitas layanan. Ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk melalui pelatihan dan pengembangan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain itu, Syamsuddin Arfah mendorong agar IHGMA DPD Kaltara dapat berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan arah pengembangan pariwisata daerah.
“Kita berharap IHGMA tidak hanya menjadi wadah profesi, tetapi juga motor penggerak yang ikut memberikan gagasan dan solusi bagi kemajuan pariwisata Kaltara,” katanya.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sektor pariwisata dan hospitality daerah.
Dalam forum diskusi bersama pengurus IHGMA dan pelaku industri perhotelan, berbagai masukan turut mengemuka, mulai dari peningkatan promosi wisata, penguatan event daerah, pelatihan SDM perhotelan, hingga peningkatan standar pelayanan hotel di Kalimantan Utara.
Komisi IV DPRD Kaltara berharap sektor perhotelan dan pariwisata dapat terus berkembang menjadi salah satu sektor unggulan yang tidak hanya mendongkrak ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan asli daerah. (adv)