Sebanyak 115 siswa dan siswi SDIT Ibnu Sina Nunukan mengikuti wisuda tahfidz tahun ini dengan capaian hafalan Al-Qur’an juz 27 hingga juz 30.
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan yang diwakili Pengawas SDIT Ibnu Sina Nunukan Muhyiddin, S.Pd., M.AP, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan Ahmad Mustami’in, S.Pd, Komandan Divisi Militer Letkol Inf. Tony Prasetyo, S.Hub.Int., M.H.I, Pengawas Yayasan Ibnu Sina Nunukan Ir. H. Dian Kusumanto, M.Si, Ketua Yayasan Ibnu Sina Oji Raharjo, S.P, Sekretaris Dewan Pendidikan Nunukan H. Darsan Ahmad Were, S.Pd.I, Kepala SDIT Ibnu Sina Nunukan Hasmawati, S.Si, Ketua Komite SDIT Ibnu Sina Hj. Miskia, S.Si., Apt., M.M, beserta para kepala sekolah, ustadz dan ustadzah, tokoh masyarakat, serta wali murid.
Dalam sambutannya, Muhammad Nasir menyampaikan rasa bangga atas lahirnya generasi muda penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Nunukan. Menurutnya, capaian para siswa tidak lepas dari kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak-anak.
“Wisuda tahfidz ini bukan hanya seremoni, tetapi bentuk perjuangan panjang anak-anak, para guru, dan orang tua dalam menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Ini menjadi kebanggaan sekaligus harapan besar bagi masa depan daerah kita,” ujarnya.
Ia menilai pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting di tengah tantangan perkembangan zaman dan pengaruh teknologi terhadap generasi muda.
“Di tengah kekhawatiran terhadap pergaulan dan menurunnya moral generasi muda, kita bersyukur masih melihat anak-anak yang tumbuh bersama Al-Qur’an, mencintai Al-Qur’an, dan menghafalnya sejak usia dini,” katanya.
Muhammad Nasir juga memberikan apresiasi kepada seluruh ustadz dan ustadzah SDIT Ibnu Sina Nunukan yang dinilai telah berperan besar membentuk karakter dan akhlak para siswa.
Menurutnya, para guru tidak hanya mengajarkan hafalan, tetapi juga menanamkan nilai adab, keimanan, dan kedisiplinan kepada anak-anak.
Selain itu, ia turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah memberikan perhatian besar terhadap pendidikan agama anak-anak mereka.
“Keberhasilan anak-anak hari ini tentu tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Semoga semua ikhtiar yang dilakukan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi keluarga,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Ibnu Sina Nunukan, Muhammad Nasir menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Nunukan, termasuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Ia menyebut perannya di DPRD Provinsi Kalimantan Utara akan terus diarahkan untuk mendukung pembinaan generasi Qur’ani dan penguatan sekolah-sekolah Islam di daerah.
“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, aqidah, dan kepedulian sosial yang kuat. Kemajuan daerah juga ditentukan oleh kualitas generasi mudanya,” tegasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur