Dalam dialog bersama masyarakat, persoalan bantuan pertanian dan perkebunan menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan. Warga berharap adanya kemudahan dalam mengakses bantuan pemerintah, baik berupa bibit, pupuk, alat pertanian, maupun dukungan bagi pengembangan perkebunan masyarakat.
Legislator dari Partai Gerindra tersebut mengatakan, sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di wilayah Malinau.
Karena itu, menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani harus terus diperkuat agar produktivitas masyarakat dapat meningkat.
“Banyak masyarakat yang berharap bantuan pertanian dan perkebunan bisa lebih mudah diakses. Ini menjadi perhatian serius dan akan kami kawal agar dapat masuk dalam program pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh usulan yang disampaikan warga dalam agenda reses akan dicatat dan diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar diperhatikan.
“Kami ingin aspirasi masyarakat tidak berhenti di forum kemarin saja. Semua usulan akan kami perjuangkan dan dikawal agar bisa segera direalisasikan dalam bentuk program maupun kegiatan pemerintah,” katanya.
Selain persoalan bantuan pertanian, warga juga menyampaikan harapan terkait peningkatan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Agus Salim menilai, pembangunan di wilayah pedesaan perlu dilakukan secara merata agar masyarakat dapat merasakan dampak pembangunan secara langsung.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat menjadi hal penting dalam menentukan arah pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
“Masukan dari masyarakat sangat penting bagi kami untuk menentukan prioritas pembangunan. Kami ingin program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan warga,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin