Mengangkat tema “Encouraging Sustainable Investment Growth in North Kalimantan Through Tourism and Downstreaming”, kegiatan tersebut menitikberatkan pada pengembangan sektor pariwisata dan hilirisasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Muhammad Nasir mengatakan, Kaltara memiliki potensi sumber daya alam dan kawasan strategis yang besar, namun membutuhkan dukungan investasi yang terarah agar mampu memberi nilai tambah bagi daerah.
Menurutnya, hilirisasi menjadi penting agar daerah tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga mampu menciptakan industri pengolahan yang berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dan penyerapan tenaga kerja.
“Melalui forum ini, kita ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Utara memiliki peluang investasi yang menjanjikan. Potensi yang ada harus dikelola melalui penguatan hilirisasi dan pengembangan sektor pariwisata agar pertumbuhan ekonomi daerah lebih berkelanjutan,” kata Muhammad Nasir.
Ia menambahkan, pembangunan investasi juga perlu diiringi dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor agar proses pembangunan berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Investasi yang masuk tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga harus mampu menciptakan pemerataan pembangunan, membuka lapangan kerja, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah,” ujarnya.
Selain menjadi ruang promosi potensi daerah, KIF 2026 juga diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama investasi dan memperkuat kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kaltara.
DPRD Kaltara, lanjut Muhammad Nasir, mendukung berbagai langkah pemerintah daerah dalam menciptakan regulasi dan kebijakan yang mampu mempercepat pertumbuhan investasi, tanpa mengesampingkan aspek keberlanjutan dan kepentingan masyarakat lokal. (Adv)
Editor: Erwin