“Peringatan May Day seperti ini harus dimaknai lebih luas, bukan hanya soal perjuangan hak pekerja, tetapi juga bagaimana buruh bisa berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah, termasuk melalui kegiatan produktif seperti expo ini,” ujar Muddain.
Menurutnya, kolaborasi antara pekerja, pemerintah, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setdaprov Kaltara, Dr. Bustan, yang mewakili Gubernur Kalimantan Utara, menyampaikan bahwa KAHUTINDO EXPO menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Expo ini bukan hanya mempererat solidaritas buruh, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi daerah. Pemerintah tentu memberikan apresiasi atas inisiatif ini,” kata Bustan.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan pekerja, seiring dengan upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan tersebut, lanjutnya, mencakup peningkatan kualitas produk hingga perluasan akses pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan May Day diawali dengan apel yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan berbagai agenda, termasuk expo yang menampilkan produk dan kreativitas pekerja. Puncak acara ditandai dengan pelepasan konvoi keliling kota oleh pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja (FSP) Kahutindo. (Adv)
Editor: Erwin