Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri Sidang Terbuka Senat dalam rangka pengukuhan Guru Besar di lingkungan Universitas Borneo Tarakan (UBT), Rabu (29/4/2026).
“Pengukuhan profesor ini bukan hanya kebanggaan bagi civitas akademika, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memperkuat lahirnya gagasan dan inovasi yang dapat mendukung pembangunan daerah,” ujar Achmad Djufrie.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.
“Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah sangat diperlukan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kajian ilmiah dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Dalam sidang tersebut, Universitas Borneo Tarakan mengukuhkan Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si sebagai Guru Besar di bidang Manajemen Keuangan. Prosesi berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Rektorat UBT dan dihadiri unsur pimpinan daerah, akademisi, serta tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, Prof. Mohamad Nur Utomo menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Inklusi Keuangan sebagai Pilar Manajemen Keuangan Berkeadilan: Membangun Pembiayaan Industri Kreatif Berbasis Gender dan Kearifan Lokal.”
Ia menekankan pentingnya sistem keuangan yang inklusif dan berkeadilan dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi sektor industri kreatif berbasis potensi lokal.
Kehadiran Ketua DPRD Kaltara dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan serta memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan institusi akademik di daerah. (adv)
Editor: Erwin