Menanggapi hal tersebut, Nasir menegaskan aspirasi warga khususnya di wilayah perbatasan, akan menjadi prioritas dalam perjuangannya di parlemen.
“Wilayah perbatasan seperti Nunukan memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, kebijakan yang diambil harus benar-benar berpihak pada kebutuhan warga disini, baik dari sisi infrastruktur maupun penguatan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap sektor perikanan dan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian warga.
“Potensi perikanan dan UMKM di Nunukan sangat besar. Tinggal bagaimana kita hadir dengan kebijakan yang mendukung, baik dari sisi akses permodalan, pendampingan, maupun pemasaran,” katanya.
Nasir memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan tidak akan berhenti sebagai catatan semata, melainkan akan dikawal melalui mekanisme kerja DPRD.
“Apa yang disampaikan hari ini bukan sekadar didengar, tapi akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan kebijakan. Ini komitmen kami sebagai wakil rakyat,” tegasnya.
Ia pun menutup dengan penegasan bahwa aspirasi masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga.
“Aspirasi masyarakat adalah amanah. InsyaAllah akan saya kawal dan perjuangkan dengan sungguh-sungguh agar bisa direalisasikan dalam bentuk program dan kebijakan yang nyata,” ucapnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat yang hadir. Momen ini sekaligus menjadi simbol kehadiran wakil rakyat yang tidak hanya mendengar, tetapi juga berbagi secara langsung dengan warga di dapilnya.(adv)