Ia menjelaskan, tantangan legislator saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan publik melalui kinerja yang transparan dan bertanggung jawab.
“Kepercayaan publik itu tidak datang begitu saja. Harus dibangun melalui kerja nyata, komunikasi yang terbuka, serta komitmen menjaga integritas dalam setiap keputusan yang diambil,” ujar Nasir.
Dalam bimtek tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait personal branding legislator yang kredibel, serta pentingnya membangun sinergi antara DPRD dan DPR RI dalam mendukung pembangunan nasional.
Muhammad Nasir menilai, sinergi tersebut menjadi kunci dalam memastikan program pembangunan dapat berjalan selaras antara pusat dan daerah.
“Sinergi antara DPRD dan DPR RI sangat penting agar kebijakan yang diambil bisa saling mendukung. Dengan begitu, pembangunan di daerah bisa berjalan lebih optimal dan terarah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jabatan sebagai wakil rakyat merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar posisi formal dalam struktur pemerintahan. “Kami diingatkan bahwa menjadi wakil rakyat bukan sekadar menjalankan fungsi formal, tetapi juga membawa nilai, menjaga amanah, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap, seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh selama bimtek dapat diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas di daerah, sehingga kehadiran wakil rakyat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Sepulang dari kegiatan ini, kami memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan semua pembelajaran menjadi kerja nyata. Harapannya, masyarakat bisa merasakan langsung dampaknya,” tutup Nasir. (adv)