Menurutnya, roadmap yang jelas akan menjadi acuan dalam mengembangkan sektor pertanian dan peternakan, sekaligus memastikan arah kebijakan lebih terfokus.
“Kita butuh perencanaan yang matang dan terukur agar target swasembada pangan bisa tercapai secara bertahap,” ujarnya pada pekan ini.
Ia menambahkan, posisi Kaltara sebagai wilayah perbatasan menjadikan kemandirian pangan sebagai hal yang sangat strategis, terutama untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
“Dengan produksi mandiri, kita bisa menjamin ketersediaan pangan yang stabil dan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Nasir juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha dalam merealisasikan roadmap tersebut agar tidak hanya menjadi dokumen perencanaan.
Ia berharap implementasi kebijakan nantinya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Roadmap ini harus benar-benar dijalankan, bukan hanya menjadi dokumen. Kita ingin hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, ia optimistis Kaltara dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil.
“Harapan kita, Kaltara bisa berdaulat secara pangan dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan warganya,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin