“Distribusi tenaga kerja harus betul-betul menyentuh sektor strategis yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Achmad Djufrie pada pekan ini.
Ia mencontohkan sektor pendidikan yang masih membutuhkan pemerataan tenaga pengajar, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman. Ketersediaan guru di daerah terpencil, kata dia, menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltara.
Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian. Ia menilai kualitas layanan medis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) perlu terus ditingkatkan, seiring dengan penempatan tenaga kesehatan yang merata.
“Jangan sampai ada daerah yang masih kekurangan tenaga guru maupun tenaga kesehatan. Ini yang harus menjadi fokus bersama,” tegasnya.
Achmad Djufrie berharap, pemerintah daerah dapat memastikan kebijakan penambahan PPPK benar-benar berdampak pada peningkatan pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
“Pada akhirnya, yang kita kejar bukan sekadar jumlah, tetapi bagaimana kehadiran tenaga PPPK ini benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara merata,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin