“Ini kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak Kaltara. Kami berharap para siswa berprestasi dari berbagai daerah dapat memanfaatkan peluang ini dengan mendaftarkan diri,” ujarnya, pekan ini.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kalimantan Utara. Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis dalam pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya bagi daerah perbatasan.
“Kami tentu mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang menghadirkan sekolah unggulan di Kaltara. Ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah perbatasan,” katanya.
Ladullah menambahkan, keberadaan sekolah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing tinggi serta mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.
“Kita berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi Kaltara yang unggul, memiliki kemampuan sains dan teknologi yang kuat, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Diketahui, Sekolah Unggul Garuda hanya dibangun di empat wilayah di Indonesia, yakni Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Belitung Timur.
Sekolah Unggul Garuda di Kaltara merupakan lembaga pendidikan tingkat SMA yang dibangun di atas lahan sekitar 20 hektare di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), Kabupaten Bulungan. Sekolah ini dirancang sebagai institusi pendidikan berstandar internasional yang menitikberatkan pada pengembangan sains, teknologi, serta pembentukan karakter kebangsaan.
Sekolah tersebut juga menyasar siswa-siswa berprestasi dengan fasilitas pendidikan yang diberikan secara gratis. Kurikulum yang digunakan mengombinasikan standar pendidikan nasional dengan standar global.
Pembangunan sekolah yang berlokasi di Tanjung Selor ini dibiayai melalui APBN dengan nilai anggaran sekitar Rp233 miliar hingga Rp350 miliar. Pemerintah menargetkan pembangunan rampung dan siap menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026.
Sekolah ini mengusung konsep berasrama dengan fasilitas modern, termasuk laboratorium sains dan teknologi serta sistem pembelajaran yang intensif. Pengelolaannya berada di bawah pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dengan mekanisme seleksi nasional yang tetap menyediakan kuota khusus bagi masyarakat lokal.
Program pembangunan Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global. (adv)
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak Kaltara. Kami berharap para siswa berprestasi dari berbagai daerah dapat memanfaatkan peluang ini dengan mendaftarkan diri,” ujarnya, pekan ini.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kalimantan Utara. Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis dalam pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya bagi daerah perbatasan.
“Kami tentu mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang menghadirkan sekolah unggulan di Kaltara. Ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah perbatasan,” katanya.
Ladullah menambahkan, keberadaan sekolah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing tinggi serta mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.
“Kita berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi Kaltara yang unggul, memiliki kemampuan sains dan teknologi yang kuat, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Diketahui, Sekolah Unggul Garuda hanya dibangun di empat wilayah di Indonesia, yakni Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Belitung Timur.
Sekolah Unggul Garuda di Kaltara merupakan lembaga pendidikan tingkat SMA yang dibangun di atas lahan sekitar 20 hektare di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), Kabupaten Bulungan. Sekolah ini dirancang sebagai institusi pendidikan berstandar internasional yang menitikberatkan pada pengembangan sains, teknologi, serta pembentukan karakter kebangsaan.
Sekolah tersebut juga menyasar siswa-siswa berprestasi dengan fasilitas pendidikan yang diberikan secara gratis. Kurikulum yang digunakan mengombinasikan standar pendidikan nasional dengan standar global.
Pembangunan sekolah yang berlokasi di Tanjung Selor ini dibiayai melalui APBN dengan nilai anggaran sekitar Rp233 miliar hingga Rp350 miliar. Pemerintah menargetkan pembangunan rampung dan siap menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026.
Sekolah ini mengusung konsep berasrama dengan fasilitas modern, termasuk laboratorium sains dan teknologi serta sistem pembelajaran yang intensif. Pengelolaannya berada di bawah pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dengan mekanisme seleksi nasional yang tetap menyediakan kuota khusus bagi masyarakat lokal.
Program pembangunan Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global. (adv)