“Sekarang saatnya kita masuk ke hulu untuk memastikan para petani mendapatkan akses bantuan, teknologi, dan pasar yang layak,” ujar Vamelia pada pekan ini.
Ia menilai, distribusi bibit dan pupuk subsidi yang tepat sasaran akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas. Selain itu, pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) berbasis teknologi juga perlu terus didorong guna menciptakan efisiensi dalam proses produksi.
Tak hanya itu, Vamelia juga menekankan pentingnya membangun jejaring antara hasil tani lokal dengan sektor industri serta UMKM. Langkah ini dinilai mampu memperluas serapan pasar sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Tak kalah pentingnya, menciptakan jejaring antara hasil tani lokal dengan sektor industri dan UMKM sebagai penyerap produk,” tegasnya.
Ia berharap, melalui penguatan dari hulu hingga hilir, sektor pertanian di Kalimantan Utara dapat tumbuh lebih berdaya saing dan memberikan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para petani.
“Kalau distribusi tepat, teknologi tersedia, dan pasar terbuka, saya optimistis petani kita bisa lebih mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin