Pelaku dalam menjalankan aksinya diduga menyamar sebagai petugas untuk mengelabui warga sekitar. Anggota Komisi C DPRD Bontang, Yassier Arafat, menilai pengawasan terhadap gardu-gardu listrik perlu diperketat guna mencegah kasus serupa terulang.
“Keamanan dan pengawasannya harus ditingkatkan lagi, karena pencurian ini sangat merugikan banyak pihak,” ujarnya, Selasa (21/7/2026) Ia juga menjelaskan, para pelaku pencurian wajib mempertanggungjawabkan kejahatannya sesuai dengan hukum yang berlaku.
Para pelaku dinilai harus diberikan efek jera agar tidak mengulanginya. Yassier menilai pengawasan semakin efektif maka diperlukan pengadaan CCTV pada lokasi yang rawan pencurian sehingga akan terhubung dengan petugas yang selalu memonitor.
Sebab, hilangnya kabel listrik milik PLN dapat berdampak luas bagi masyarakat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi pemadaman bergilir karena alat penunjang mengalami kekurangan jumlah.
“Dampak ke depannya cukup berbahaya, listrik padam tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga sektor usaha dan fasilitas umum,” paparnya. Yassier menegaskan, kasus pencurian aset publik seperti ini tidak boleh dipandang sebelah mata.
Tindakan nekat para pelaku yang menyamar sebagai petugas resmi menunjukkan bahwa aksi penjahat makin terstruktur dan rapi. Dia berharap, tindak kejahatan ini jangan sampai terulang lagi. Koordinasi dengan aparat penegak hukum juga menjadi bagian penting agar kabel listrik PLN tetap terjaga dengan baik. (adv)
Editor: Erwin