Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada agenda pelatihan lisensi pelatih futsal Level 1 Nasional di Ballroom Hotel Andika, Senin (13/7/2026)
Ia menilai banyak pelatih futsal yang telah lama berkecimpung di dunia kepelatihan, baik di sekolah maupun akademi tetapi belum memiliki lisensi.
“Terdapat sebuah fakta yang cukup menjadi perhatian bagi saya pribadi. Ternyata, banyak pelatih lokal yang selama ini aktif berkiprah dan rutin kita temui di pinggir lapangan belum memiliki lisensi kepelatihan resmi,” ungkapnya, Senin (13/7/2026).
Lanjutnya, beberapa diantaranya telah melatih di sekolah sejak tahun 2003 hingga sekarang. Oleh karena itu, pelatihan ini dianggap menjadi momentum yang sangat krusial.
Ia juga menjelaskan, pelatihan lisensi kali ini harus dimanfaatkan dengan maksimal. Sebab, para peserta tidak dipungut biaya atau gratis. Pada umumnya biaya normal untuk mengikuti sertifikasi Level 1 Nasional umumnya berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per orang.
Menurutnya, dengan biaya pendaftaran gratis ini merupakan bentuk komitmen transparansi dan pengembangan olahraga yang bersih dari pungutan liar.
“Maksimalkan pelatihan lisensi hari ini untuk memperdalam ilmu tentang taktikal dan hal lainnya yang dapat menunjang kepiawaian saat di pinggir lapangan nantinya,” ungkapnya.
Alfin menegaskan, keberadaan pelatih yang berlisensi harus sejalan dengan peningkatan kualitas pemain usia dini. Selain itu, perlunya dilakukan pendampingan guna terus memantau progres para pelatih di masing-masing sekolah futsal.
Dia berharap, para peserta dengan berbagai karakter dan gaya kepelatihan dapat meningkatkan kompetensi diri agar pemerataan kualitas pelatih bisa terwujud. (Adv)
Editor: Erwin