Keresahan tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial viral, memperlihatkan dua remaja berbeda jenis kelamin berpangkuan di tepi jalan utama Kota Taman.
Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib. Menurutnya, perilaku tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja.
“Harus segera ditindak, jangan sampai banyak yang mengikutinya dan menjadi suatu budaya ke depannya,” ucapnya, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, perilaku minimnya pengawasan dan penegakan aturan di area publik menjadi celah bagi para remaja untuk melakukan tindakan yang kurang pantas.
Pihak terkait dalam hal ini, Satpol PP harus melakukan patroli rutin dan menindak jika menemukan perilaku melanggar etika sopan santun.
Menurutnya, fasilitas umum yang dibangun menggunakan APBD seharusnya berfungsi sebagai ruang ramah keluarga, tempat rekreasi yang sehat, sekaligus etalase keindahan, bukan malah disalahgunakan untuk hal-hal negatif.
“Jangan sampai kita kecolongan lagi, ini akan berakibat pada kerusakan masa depan anak-anak,” jelasnya.
Sahib menegaskan, patroli rutin tersebut harus dilaksanakan pada titik-titik rawan yang sering dijadikan tempat berkumpulnya sepasang kekasih pada malam hari.
Dia berharap, pihak orang tua juga berperan dalam mengingatkan anaknya agar tidak berperilaku melebihi batasan norma. (adv)
Editor: Erwin