Pada usia tersebut, remaja perlu memfokuskan diri pada pendidikan sebagai bekal untuk meraih cita-cita di masa depan. “Jangan sampai anak-anak kita sibuk pada kegiatan tidak berguna, bahkan perilaku menyimpang lainnya,” ungkapnya, Kamis (9/7/2026) Lanjutnya, salah satu penyebab fenomena tersebut adalah pergaulan bebas di kalangan remaja.
Selain itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi dinilai masih minim. Oleh sebab itu, ia mendorong agar Dinas terkait memberikan edukasi reproduksi kepada para pelajar ke setiap sekolah tingkat menengah maupun atas di Bontang.
“Sosialisasi harus gencarkan agar pembahasan ini tidak menjadi sesuatu yang tabu bagi mereka,” ucapnya.
Ia menyampaikan, pesatnya kemajuan teknologi juga menjadi salah satu faktor penyebab. Pasalnya, akses video tidak senonoh menjadi lebih mudah ditemukan.
Dirinya menegaskan, seluruh pihak perlu bekerja sama, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga orang tua. Sebab pernikahan dini menjadi salah satu penyumbang angka stunting.
Selain itu, berisiko lahirnya bayi prematur dengan berat badan di bawah normal hingga mengganggu tumbuh kembang anak. (Adv)
Editor: Erwin