Namun pada Kamis (28/5/2026) tanggung sementara tersebut jebol diterjang derasnya aliran air hujan. Akibatnya rumah warga yang berada disekitaran area mengalami kerusakan.
Pria yang akrab disapa JAP itu menyampaikan rasa simpatinya kepada para warga yang terdampak. Pasalnya hal tersebut bukan pertama kalo terjadi.
Lebih lanjut ia menyoroti Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang tudak serius dalam melakukan mitigasi hingga kesumber masalah. Akibatnya penanganan jangka panjangnya tidak kunjung dilakukan.
"Perhatian serius harus diberikan untuk memastikan keselamatan jiwa masyarakat. Perlindungan dan kehadiran pemerintah sangat diperlukan," katanya, Jumat (29/5/2026)
Dirinya menekankan, meskipun jumlah rumah dan warga yang tinggal disekitara lokasi longsor tidak terlalu banyak, namun harus tetap menjadi perhatian karena dampaknya sudah semakin meluas.
"Jika masalah ini tidak segera ditangani, longsoran akan semakin melebar. Bahkan perlu biaya penanganan lebih besar," ujarnya.
Menurutnya, akar permasalahan tanah longsor tersebut karena ketiadaan drainase dan parit tertimbun yang menyebabkan air di atas bukit tidak dapat mengalir.
"Harus ada intervensi pemerintah untuk pembangunan infrastruktur. Sehingga masalah bukan dipindahkan, tetapi bisa dituntaskan," paparnya.
JAP menegaskan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) guna membahas penanganan longsor.
Dirinya berharap pembangunan drainase dapat dilalukan sehingga aliran air dapat mengalir serta terarah. Dengan begitu fasilitas infrastruktur dapat diniknati oleh masyarakat dan menghindarkan longsor agar tudak terus terjadi berulang-ulang. (Adv)
Editor: Aspian Nur