Bentuk vandalisme tersebut adalah tindakan mencoret-coret bollard yang berada tepat di depan cafe malaya. Selain itu, perusakan pot bungan dan hilangnya penutup lampu juga marak terjadi.
Hal tersebut mendapat sorotan tajam dari Ketua Komisi B, DPRD Kota Bontang, Rustam. Dirinya mengatakan bahwa faailitas publik harus dijaga dengan baik, bukan malah dirusak.
"Sangat disayangkan, pembangunan fasilitas kota dilakukan melalui proses panjang dan menggunakan anggaran yang tidak sedikit," katanya, Rabu (27/5/2026)
Ia menyampaikan, pemerintah telah berupaya untuk menjadikan Bontang sebagai kota yang indah dan nyaman, bahkan untuk wisatawan.
"Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki ruang publik yang nyaman untuk bersantai dan menikmati suasana kota," ucapnya.
Dirinya mendorong agar aparat berwenang meningkatkan patroli rutin, khususnya pada malam akhir pekan yang dinilai rawan terjadinya aksi vandalisme.
"Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga Satpol PP harus segera bertinda tegas, pelaku peelu diberi sanksi agar jera," imbuhnya.
Rustam menuturkan, perbaikan fasilitas publik memerlukan biaya dan proses panjang. Tidak serta merta bisa diganti atau perbaiki begitu saja.
"Butuh biaya untuk mengganti komponen yang hilang, maka itu perlu patroli lebih rutin agar aset kota ini benar-benar terjaga,” tegasnya.
Menurutnya, menjaga fasilitas umum bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh masyarakat sebagai pengguna.
"Kesadaran kolektif untuk merawat fasilitas publik perlu ditingkatkan demi menciptakan Bontang yang indah," imbuhnya.
Dirinya berharap masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik dengan bijak dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang justru merusak suasana dan fasilitas. (Adv)
Editor: Aspian Nur