Hingga saat ini target PAD dari tigas pasar yang ada di Bontang adalah Rp1,4 Miliar dan bersumber dari dua retribusi, yaitu parkir dan sewa lapak. Ketiga pasar tersebut adalah Pasar Taman Rawa Indah, Pasar Taman Citra Loktuan dan Pasar Taman Telihan.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang Rustam mengatakan, mereka akan melakukan kajian lebih lanjut mengenai besaran sewa lapak harian yang berada di tiga pasar itu.
"Kami akan kaji apakah harga yang ditetapkan sudah sesuai. Jika terlalu tinggi atau rendah akan dilakukan penyesuaian," sebut Rustam kepada Korankaltim.com Selasa (26/5/2026).
Mirisnya, saat ini retribusi yang didapatkan dari pasar masih lebih rendah dari biaya operasionalnya mengingat pengelola pasar harus mengeluarkan biaya untuk air, listrik dan upah sekuriti.
"Memang kalau pasar itu harus didepankan adalah kenyamanan masyarakat berbelanja. Sementara retribusi nantinya akan mengikuti setelah fasilitas memadai," paparnya.
Keadaan keuangan pasar di Bontang hingga saat ini masih minus. Karena itu Rustam mengusulkan agar sistem penyewaan lapak dan parkir pasar bisa menggunakan sistem barcode untuk meningkatkan efisiensi memudahkan masyarakat.
"Sudah saatnya menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Kalau anggarannya kurang, bisa bermitra dengan Bank Kaltimtara," ucap Rustam lagi.
Tidak boleh ada parkir liar dan praktik pungli dalam bentuk apapun yang merupakan kepentingan sebagian orang tidak bertanggung jawab. Diharapkan ke depan pasar bisa mandiri dan tidak terlalu banyak menggunakan APBD untuk biaya operasionalnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur