Menurutnya, saat ini proses pembebasan lahan folder tersebut sudah rampung secara keseluruhan, dan hanya tinggal menunggu pembangunan fisik.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bontang menargetkan pada Agustus atau September pembangunan fisik akan dimulai.
“InsyaAllah sesuai target itu, karena pembebasan lahan sudah selesai semua,” katanya, Senin (25/5/2026)
Sumardi berharap dengan adanya folder tanjung laut dapat menanggulangi permasalahan banjir yang selama ini melanda kota taman.
“Semoga banjir bisa diatasi, khususnya Kelurahan Api-Api dan di Bontang Baru, bisa berkurang,” tuturnya.
Selain itu, Jalan Ahmad Yani juga merupakan salah satu titik lokasi rawan banjir yang menjadi perhatian. Ketinggian air bisa mencapai setinggi lutut pria dewasa.
Dirinya berharap, berbagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk mengatasi banjir bisa menunjukkan hasil dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita akan lakukan yang terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan warga,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin