Dirinya mengatakan bahwa narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan dapat mengahancurkan masa depan anak-anak kota Bontang.
"Tidak boleh dibiarkan, karena semakin lama akan meluas dan berdampak pada banyak orang," katanya, Sabtu (23/5/206)
Hingga Mei 2026, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang mencatat sebanyak enam anak di bawah umur menjalani rehabilitasi akibat kecanduan sabu.
Mirisnya, terdapat anak yang masih berusia 13 tahun sudah terjerembab ke dalam lingkaran peredaran narkoba. Selebihnya merupakan pelajar sekolah menengah atas.
Adapun narkoba yang didapatkan oleh para remaja tersebut berasal dari teman yang usianya lebih tua dan diberikan secara gratis pada awalnya.
Menyikapi hal tersebut, Yusuf meminta agar pengedar sabu yang membuat para remaja kecangguan barang haram tersebut segera ditangkap.
"Pengedarnya itu harus ditangkap dan diberi hukumannya yang seberat-beratnya karena telah merusak masa depan bangsa," tegasnya.
Dirinya berharap seluruh pihak bisa bekerja sama menjaga anak-anak kota taman terhindar dari narkotika. Baik orang tua, sekolah hingga pemerintah harus saling mendukung.
"Masa depan kota ini ada ditangan mereka, jangan biarkan terjurumus ke jurang narkoba," pungkasnya. (adv)